Kumpulan Cerpen Kompas

Presiden Jebule

Untuk Redi Panuju Ketika Jebule lahir, alam tidak menunjukkan gejala-gejala aneh: tidak ada angin ribut, tidak ada gempa, tidak ada tanah longsor, semua tidak ada,...
Read More

Cerita Kedasih

”Itu burung apa, Mak?” tanya Mimin pada Kedasih, emaknya, ketika sore memerah jingga. OLEH R GIRYADI Kedasih pun bercerita tentang burung-burung yang sering nangkring di...
Read More

Penglihatan

Oleh MASHDAR ZAINAL Aroma napas ibu berwarna seperti akar rumput yang baru dicabut dari tanah basah. Mirip aroma rempah yang segar. Ibu telah menjelaskan puluhan...
Read More

Mardi

OLEH DES ALWI Malam semakin larut. Angin dingin yang mulai bertiup semakin menekan mataku. Tetesan air hujan dan guncangan gelombang tidak berhasil menahan kantuk yang...
Read More

Geheugen Gallery

OLEH MIRANDA SEFTIANA Rijksmuseum Volkenkunde di musim bunga tulip bermekaran. Aku melangkah gontai menuju pintu masuk museum nasional Belanda yang terletak di bagian timur laut...
Read More

Pengakuan Rusmini

Kesendirian seringkali lebih mematikan dari sebilah belati. Caranya membunuh begitu perlahan, terkadang menyerupai kenikmatan. Kesendirian tidak membunuh tubuh, melainkan jiwa. Lihatlah Nyonya Rusmini. Ia terlalu...
Read More

Senjata

Gerson berkali-kali memperingatkan Iros. Duduk di samping jendela dengan wajah yang kelihatan dari luar adalah mengundang bahaya fatal. Jendela double glazing tidak berarti tidak tembus...
Read More

Dua Pengantin

Oleh Okky Madasari ”Masih jauh?” tanya Badrun tanpa menoleh. Kedua tangannya memeluk tas ransel yang ada di pangkuannya. Kaki kirinya terus bergoyang-goyang tanpa bergeser sedikit...
Read More

Arwah Kunang-kunang

OLEH RAFAEL YANUAR Tak banyak berubah, rupanya. Papan-papan kayu dipenuhi buku bekas, juga aroma kertas tua yang menguar di sepanjang jalur pustaka. Semuanya, masih sama...
Read More